gotten..

Akhirnya saya nyerah juga.
Ada rasa sesak di dada yang ngga bisa dilepasin. Entah  kenapa. Rasa ini sudah bersarang 40 hari lamanya.

Jadi, waktu itu tanggal 3 Oktober 2014. Ada acara musik di sekolah dan aku happyy banget karena aku punya kesempatan buat ikut tampil. Rencananya, aku bakal bawain lagu yang kubuat sama Wicak Ramadhan, gitaris bandku. Bodohnya, aku nggak pernah ngomong aku bakal bawain lagu itu dan daripada ngomong ke dia, aku lebih milih diem dan bakal nunjukin video waktu tampil dan gimana orang terpana sama lagu itu dalam sebuah video behind the scene. Tapi itu ngga pernah kejadian. 3 jam sebelum acara dimulai, bassisku, Momo, ngirim pesan dari facebook bilang kalau Wicak meninggal karena kecelakaan motor.

Susah jelasin perasaanku.
Ini nggak mungkin terjadi. Cerita kayak gini cuma ada di film.
Tapi ternyata itu emang beneran terjadi. Drummer sekaligus pacarku, Dika, yang udah tau, emang sengaja ngga bilang dulu sama aku krn waktu itu aku masih sekolah.
Setelah telpon, aku cuma bisa ke kamar mandi, ngidupin air panas, berendem.
Nangis sejadi-jadinya. Ini ngga mungkin terjadi.

Aku masih inget jelas banget gimana Wicak antusias buat kuliah.
Aku masih inget jelas banget gimana Wicak bilang kangen pengen gitaran lagi
Aku masih inget jelas banget gimana Wicak senyum, ketawa
Aku masih inget jelas banget gimana Wicak bilang dia bakal nyusul, mau nonton Aurora bareng
tapi bukan gini cara kamu nyusul, sayang..

Kadang, disela haru tangisku ketika inget dia, aku bisa tertawa lepas.
Hidup ini begitu sarkastik.
Dan dalam kepalaku, aku masih selalu, setiap hari, mencaci betapa bodohnya Wicak.
Kenapa sih dia harus nyelip,
Kenapa sih dia harus pulang ketika dia bilang dia gak pulang.
Kejutan? Iya.
Jadi, ceritanya kita lagi sama-sama kasih kejutan nih?

Ada hari dimana aku lebih suka mataku terpejam daripada terbuka.
Ada hari dimana yang aku pengen adalah cuma gimana caranya aku bisa nyusul.
Bisa bicara.
Bisa lihat.
Bahkan Tuhan gak kasih ijin aku buat lihat kamu yang terakhir kalinya.

14 tahun kita bareng-bareng,
Di SD yang sama, SMP yang sama, SMA yang sama.
Dari SMP kita bikin band bareng-bareng, jatuh bangun, susah sedih, tengkar bareng
Sampe akhirnya band ini gede. Kamu bilang kamu pengen main All I Wanted sama aku kalau aku pulang. Mana buktinya?
Kamu emang segitunya gabisa nunggu aku ya, cak?
------------------------------

Rasanya air mataku sudah habis.
Hanya menyisa sesak dalam dada yang mungkin tak akan pernah terobati.
Aku masih ingat tahun 2008, ketika itu aku masih kelas 5.
Ada satu orang kakak kelas. Rambutnya kriwil, berkacamata, kurus.
Tapi begitu ia memegang gitar, rasanya dunia terbalik.
Senyumnya begitu teduh.
Aku sering bermimpi supaya Tuhan mengirimkan seseorang sepertinya untukku.

Ternyata, aku menemukannya lagi.
Di kelas bilingual milik SMPN 1 Jepara. Aku pun seketika menjadi penggemar fanatiknya.
Kau tak pernah tahu betapa beruntung aku bisa bermain musik bersamanya di sebuah ekstrakulikuler.
Aku masih ingat, lagu pertama kita adalah Pelan - Pelan Saja dan Masih Cinta.
Atep di Drum, Wicak di Gitar, Gede Bagus di Bass, Bagas di Keyboard.

Aku jujur. Aku lupa gimana kita bisa dekat.
Tapi malam ketika kamu memberanikan diri keluar malam hari ke taman ketika aku bilang kalau aku sedang disitu, sedih, lalu kita barengan ke pantai, rasanya itu baru kemarin.
Rasanya juga baru kemarin ketika kita sama sama tumbuh dengan perasaan yang sama,
Perasaan yang gak pernah terucap dari mulut kita. Tapi begitu jelas, begitu nyata,
Sampai-sampai semua orang bisa lihat rasa itu ketika kita berdua berbicara, bercanda.
Kamu inget gak, Cak?
Setelah malam itu, aku bilang ke kamu..
"Kita jangan pacaran ya. Aku sayang kamu. Aku nggak mau kita pacaran terus putus terus musuhan."
Dan akhirnya kamu hilang. Nggak tau kemana.
Aku masih ingat kamu selalu menghindar setelah itu.
Aku tau. Aku salah.
Tapi aku nggak pernah nyesel udah ngomong gitu.

Waktu akhirnya kita ketemu lagi di SMA, kamu duluan yang bilang kamu kangen.
Terus inget nggak? Kamu minta aku dengerin lagunya Adam Levine ft. Slash - Gotten.
Sampe sekarang aku bingung, itu sebenernya kamu minta aku dengerin karena lagunya bagus apa liriknya, sih?
Satu lagi pertanyaan yang belum sempet, dan nggak akan pernah aku tanyain.
Tapi, ketika kita tumbuh, aku tau, kamu nyuruh aku dengerin liriknya, kan? :)

"And I've been saving these last words for one last miracle but now I'm not sure..
And I can't save you if you don't let me.. 
You just get me like I never been gotten before.."

Pasti kamu keinget malem itu ya?
Aku juga.